Persyaratan
Sebelum membuat project Next.js, ada beberapa tools yang wajib tersedia di komputer Anda.
Minimal yang dibutuhkan:
Node.js versi 18 atau lebih baru
Package manager (npm, yarn, pnpm, atau bun)
Git (opsional tetapi direkomendasikan)
Untuk memastikan Node.js sudah terinstall, jalankan perintah berikut di terminal:
node -vJika berhasil, terminal akan menampilkan versi Node.js yang sedang digunakan.
Contoh output:
v20.11.0Jika Node.js belum terinstall, Anda bisa mengunduhnya dari website resmi Node.js.
Membuat Project Next.js
Cara paling mudah membuat project Next.js adalah menggunakan create-next-app, sebuah tool resmi dari tim Next.js.
Jalankan perintah berikut di terminal:
npx create-next-app@latest my-next-appSelama proses instalasi, Anda akan diberikan beberapa pertanyaan konfigurasi.
Contoh konfigurasi yang direkomendasikan untuk project modern:
✔ Would you like to use TypeScript? → Yes
✔ Would you like to use ESLint? → Yes
✔ Would you like to use Tailwind CSS? → Yes
✔ Would you like your code inside a src/ directory? → Yes
✔ Would you like to use App Router? → Yes
✔ Would you like to use Turbopack for dev? → YesPenjelasan singkat beberapa opsi tersebut:
TypeScript
Membantu menulis kode yang lebih aman dengan sistem tipe.
ESLint
Digunakan untuk menjaga kualitas kode dan mendeteksi kesalahan lebih awal.
Tailwind CSS
Framework CSS utility-first yang sangat populer untuk styling modern.
App Router
Sistem routing terbaru dari Next.js yang lebih powerful dibandingkan Pages Router.
Setelah instalasi selesai, masuk ke folder project:
cd my-next-appStruktur Folder Project Next.js
Setelah project dibuat, struktur folder biasanya akan terlihat seperti ini:
my-next-app
├── public
├── src
│ ├── app
│ │ ├── layout.tsx
│ │ ├── page.tsx
│ │ └── globals.css
│ ├── components
│ └── lib
├── package.json
├── next.config.js
└── tsconfig.jsonBeberapa folder penting yang perlu dipahami:
app/
Folder utama yang digunakan oleh App Router untuk menentukan halaman dan layout aplikasi.
public/
Digunakan untuk menyimpan file statis seperti gambar, favicon, dan font.
components/
Tempat menyimpan komponen React yang dapat digunakan kembali di berbagai halaman.
lib/
Biasanya digunakan untuk helper functions, konfigurasi API, atau utility.
next.config.js
File konfigurasi utama Next.js.
Memahami struktur folder sejak awal akan mempermudah Anda ketika project mulai berkembang.
Menjalankan Development Server
Setelah project berhasil dibuat, Anda bisa menjalankan development server.
Gunakan perintah berikut:
npm run devJika menggunakan yarn:
yarn devJika menggunakan pnpm:
pnpm devSetelah server berjalan, buka browser dan akses:
http://localhost:3000Jika berhasil, Anda akan melihat halaman default Next.js.
Salah satu keunggulan Next.js adalah Hot Reload, yang memungkinkan perubahan kode langsung terlihat di browser tanpa perlu refresh manual.
Mengedit Halaman Pertama
Halaman utama Next.js biasanya berada di file berikut:
src/app/page.tsx
Contoh isi sederhana halaman tersebut:
export default function Home() {
return (
<main>
<h1>Hello Next.js</h1>
<p>Welcome to your first Next.js application.</p>
</main>
);
}Setiap kali Anda menyimpan perubahan pada file ini, browser akan otomatis memperbarui halaman.
Setup Environment Variable
Dalam project modern, biasanya kita membutuhkan environment variable untuk menyimpan konfigurasi seperti:
API URL
API Key
Database connection
Secret token
Next.js menyediakan file khusus bernama:
.env.local
Contoh isi file tersebut:
NEXT_PUBLIC_API_URL=https://api.example.com
APP_NAME=My Next AppJika variable diawali dengan NEXT_PUBLIC_, maka variable tersebut bisa diakses di sisi client.
Contoh penggunaannya:
process.env.NEXT_PUBLIC_API_URLSetup Alias Import
Dalam project besar, path import sering menjadi panjang dan sulit dibaca.
Contoh tanpa alias:
import Button from "../../../components/ui/Button"Next.js memungkinkan kita menggunakan alias import agar lebih rapi.
Contoh:
import Button from "@/components/ui/Button"Alias ini biasanya sudah dikonfigurasi otomatis di file:
tsconfig.json
Contoh konfigurasi:
{
"compilerOptions": {
"paths": {
"@/*": ["./src/*"]
}
}
}Dengan alias ini, struktur import akan jauh lebih bersih dan mudah dipelihara.
Build Project untuk Production
Sebelum deploy aplikasi ke server production, Anda perlu melakukan build.
Gunakan perintah berikut:
npm run buildSetelah build selesai, jalankan server production dengan perintah:
npm run startMode production biasanya lebih optimal karena:
kode sudah diminify
bundle lebih kecil
performa lebih cepat
Penutup
Sekarang Anda sudah berhasil membuat dan menjalankan project Next.js dari nol.
Pada tahap ini Anda sudah mempelajari:
cara membuat project Next.js
struktur folder dasar
menjalankan development server
setup environment variable
penggunaan alias import
build project untuk production
Di artikel selanjutnya kita akan membahas Routing di Next.js, salah satu fitur paling penting yang membuat framework ini sangat powerful.
Anda akan belajar bagaimana Next.js membuat sistem routing yang lebih sederhana dibandingkan React Router hanya dengan menggunakan struktur folder.


